Klinik kopi

Blog

Take A Look

Laboratorium Klinik Kopi

Coffee Java Tobacco

Biji-biji kopi mulai berwarna merah merata, di ketinggian 1400 mdpl. Desa tlahap yg biasa banyak petani bergelut dengan tembakau dan sayur. Klinik kopi mendampingi petani kopi di kelompok tani Daya Sindoro pimpinan Pak Tuhar.

Take A Look

Mengenal Pak Nazril


Saya mengenal sosok Pak Nazril hanya melalui foto dan cerita yang bergulir dari mulut Pepeng. Tak pernah mengira bertemu dengannya langsung akan membuat hati ini dirundung banyak perasaan, bahagia dan sedih datang silih berganti.

Rumahnya berada di atas dataran tinggi di kaki gunung Marapi. Wajahnya berseri ketika kami datang di siang itu. Ia mengingat Pepeng dengan baik, lelaki dari tanah Jawa yang ia temui satu tahun lalu. Sedangkan ini adalah pertemuan pertama kami. Sambil ngobrol,  tangannya sibuk menumbuk Lasuang – alat tradisional untuk mengupas kulit kopi – beliau bercerita tentang banyak hal, kemudian mengajak kami melihat kebunnya.

Take A Look

Foto-foto Kopdar #kopiKecil

Kopi Kecil di Klinik kopi

Warung kopi biasa di dominasi orang dewasa, Kepulan asap rokok,musik dengan kencang, dan saling sibuk dengan hp/laptop masing-masing. Di kami tidak ada itu, untuk perokok kami ada area di lantai bawah gedung Arrupe Huies. Lantai dua tempat kami brewing tidak ada musik, rokok dan tidak ada hotspot. Jadi anak kecil bisa menikmati suasana di warung kopi.

Take A Look

Kopi Kecil di hari Jumat Malam

Kopi Kecil

Sadarkah bahwa kafe shop didominasi oleh orang dewasa, suguhan musik yg keras, asap mengepul disetiap pojok ruangan kafe. Anak kecil hanya di rumah tidak bisa di ajak ke kafe, dengan gambaran kafe yg kami jelaskan tadi, anak kecil jelas tidak bisa menikmatinya. 

Take A Look

Penghargaan dari Majalah The Marketeers

Take A Look

Presentasi Trip Papua di Kampus Atmajaya Jogja

Klinik kopi Ke Kampus

Salah satu misi kami adalah sharing kepada konsumen (peminum), perjalanan kami selama di Papua, kami dokumentasikan secara rapi dan kami sharing dengan para mahasiswa Atma Jaya Jogja.

Take A Look

Kopi Nagari Lasi makin mempesona.

Jeruk Nagari Lasi

Kami datang satu tahun yang lalu, tepatnya tanggal 11 November 2012. Kondisi kopi masih belum bagus, petik kopi masih campur antara merah dan hijau. Petik merah ? ini masih hal baru buat mereka, selama ini panen mereka merah dan hijau lalu dijual ke pasar. Harga kopi tidak selalu baik, petani hanya diposisi terendah, ga punya posisi tawar yg bagus, itu yang kami temui bbrp tahun yg lalu. Hari itu juga, kami memperkanalkan apa itu metode petik merah dan manfaat buat mereka dan tanaman kopi. 

Take A Look

Berbagi Kopi, karena semua berhak dapat kopi enak.

 

 

Lagi brewing untuk #berbagiKOpi

Suasana pagi itu sangat sejuk, dinaungi pohon-pohon besar. Matahri juga belum terlalu terik. Suara peluit sudah nyaring ditelinga kami. Ya, pagi itu kami ada di depan Taman Budaya Jogjakarta. Tepatnya dibahu jalan, pagi itu Pak Min (koordintor parkir) sudah menyapa kami serara bertanya ” Gimana kopinya sudah siap  ?”

Page 21 of 27« First...10...1920212223...Last »