Klinik kopi

Blog

Take A Look

Waktu itu tiba

nikah

Kami sudah merencanakan acara ini setahun yg lalu, selepas kami sama-sama traveling ke sumatra barat. Kami berdua melakoni bisnis kopi dengan apa adanya. Dengan apa yg kami punya. Kami terjun ke kebun sama-sama, kami juga handel email sama-sama, kami juga balas email sama-sama…melakukan semuanya berdua, dengan kemampuan masing-masing. satu bisa moto dan bisa menulis, yg satu bisa bikin kopi. Dulu sebelum hari ini tiba, melakukan dengan jarak yg beda. Satu di Depok Jawa barat, dan satunya di Jogja….
Take A Look

Di balik itu (Ada apa dengan cinta 2 )

aadc2

Sore itu satu persatu mobil datang, klinik kopi seperti diserbu pasukan ntah darimana…Dan ternyata crew dari miles Film , banyak banget sampai kami pusing liatnya. Personil yg datang pertama adalah bagian dekorasi, mereka datang memastikan letak botol, letak pigura dan letak semuanya Crew ini di handel oleh Pak eros, kami ingat itu. Beliau (Pak eros) sangat teliti dengan tata letak bantal hingga posisi botol segalanya….cara kerja yg beda dengan apa yg kami pernah lihat sebelumnya.
Take A Look

Ada Apa Dengan Cinta 2

Proses pengambilan gambar

Kami masih ingat, 5 agustus 2015 Mas Riri datang ke klinik kopi, beliau ngopi sore bersama teman-teman beliau. Selayaknya pasien pada umumnya, kami menjelaskan soal apa yg kami kerjakan, kami jelaskan dari mana kopi kami bermula. Beliau datang  dan menikmati suasana klinik mulai sore hingga malam.  Tak ada rencana apa-apa terkait pilm dan sebaginya. Kami hanya ngobrol sebatas kopi. Itu saja.
Take A Look

Arabica Ratamba dengan Beberapa Proses.

Proses Pengupasan Biji Kopi di Desa Ratamba Banjarnegara

Biasanya yg dilakukan oleh petani Ratamba adalah semi washed, yaitu pola prosesing kopi yg sederhana. Petik, kupas , fermentasi , cuci lalu keringkan.
Tadi siang kami sharing pola prosesing yg baru bagi mereka. Yaitu honey proses dan natural.
Take A Look

Kopi Arabica Ratamba Banjarnegara

   
Pertama kali kami dapat sms dari Bu Rina, salah satu penggerak di Indonesia Power Banjarnegara. Beliau pertama kali ke Jogja membawa green beans dr desa Ratamba Banjarnegara. Lalu kami ngobrol pagi itu, soal prosesing dan soal kondisi desa Ratamba dan Kopinya. Selang beberapa minggu kami sepakat untuk datang ke Banjarnegara,selepas kami pulang dari Salihara jakarta.
Selasa sore tanggal 6 Oktober kami berlima beerangkat dr jogja menuju ke Banjarnegara. Lewat belakang Candi borobudur hingga tembus ke Pasar Kretek, lalu dengan jalur alternatif kami menuju ke Banjarnegara.
Take A Look

Sastra,Rasa Dan Kopi di Salihara.

Kami ingat betul ketika pertama kali Mas Erik Prasetya datang ke Klinik Kopi setahun yg lalu,seperti biasa kopi kami sajikan sesuai selera beliau. Lalu, selang bbrp bulan beliau datang bersama Mbak Ayu Utami sore menjelang magrib. Perbincangan sangat cair, Mbak Ayu Utami pesan kopi yg tanpa ada asam sama sekali. Lalu kami mengambil biji kopi sangrai gelap, Bajawa saat itu kami pilihkan. Selang bbrp hari mbak Ayu Utami datang lagi dan lagi.
Itu perkenalan kami dengan Mbak Ayu Utami Dan Mas Erik Prasetya.

Take A Look

Klinik Kopi Tumbuh

Klinik Kopi Mas Pepeng, Tahap 2 – Potongan

Saat kami mendirikan klinik kopi, ga ada pikiran akan sampai bikin seperti ini. Awalnya, kami hanya menggunakan bangunan rumah biasa buat jualan kopi. Tidak hanya jualan, tapi kami juga memproses kopi : Mulai pengeringan, roasting, brewing satu tempat.

Kami tumbuh,kami akhirnya membuat tambahan lantai dua. Fungsinya, tetep sama. Bagian bawah buat brewing, roasting dan Bagian atas Buat kehidupan pribadi. Buat istirahat .

Take A Look

Cerita Kopi Nagari Lasi

Arabica Nagari Lasi

Suatu hari kami kedatangan tamu dari semarang, Mas Ilik Namanya. Lalu beliau memberi informasi “ Mas Pepeng, kalo ke Sumatra Barat Harus ketemu Masril Koto”, Lalu nomer kami simpan. Itu tahun 2013. Dari Masril Koto, kami dibawa ke Kelompok Tani “Istana Rakyat”.
Page 3 of 1112345...10...Last »