Klinik kopi

Farmers

Take A Look

Kopi Kasih Ibu, Koto Baru Solok

Bu Nur, Petani Kopi Dari Koto Baru Solok

Arabica Koto Baru Solok Sumatra Barat

Bu Nur.

Ingat masih di kepala kami, saat itu bertemu pertama kali dengan Bu Nur saat ada pertemuan petani Kopi Di Koprasi Radjo Solok di Aie Dingin. Beliau berkata “ Om Gepeng ? Tolong mampir rumah kami di Koto Baru, Pak Gepeng harus Lihat kebun Kami”.

Take A Look

Kebun Kopi di Aka Gadang, Alahan Panjang Solok

Pak Zul, Kelompok Tani dari AKa Gadang Alahan Panjang Solok

Dengan semangat Pak Zul menceritakan awal mula beliau menanam Kopi di Aka Gadang, Alahan Panjang Solok. Tak banyak petani yg memanam kopi, rata-rata menanam sayur mayur. Saat kami ke tempat beliau, panen bawang lagi di mulai. Laki-laki memanen bawang dan para ibu-ibu memilah bawang dan daunnya di depan rumah mereka.

Take A Look

Dijamu Pak Suardi

Ketika Pepeng mengajak saya melakukan perjalanan ke Sumatra Barat, saya mengiyakan dengan cepat. Setengah darah Minang di tubuh saya sangat rindu untuk pulang kampung. Meski kota yang akan kami kunjungi jauh dari tanah kelahiran ayah saya, tapi saya anggap ini adalah anjangsana ke rumah famili. Perasaan ini pun hadir ketika saya dibawa Pepeng mendatangi rumah Pak Suardi.

Take A Look

Mengenal Pak Nazril


Saya mengenal sosok Pak Nazril hanya melalui foto dan cerita yang bergulir dari mulut Pepeng. Tak pernah mengira bertemu dengannya langsung akan membuat hati ini dirundung banyak perasaan, bahagia dan sedih datang silih berganti.

Rumahnya berada di atas dataran tinggi di kaki gunung Marapi. Wajahnya berseri ketika kami datang di siang itu. Ia mengingat Pepeng dengan baik, lelaki dari tanah Jawa yang ia temui satu tahun lalu. Sedangkan ini adalah pertemuan pertama kami. Sambil ngobrol,  tangannya sibuk menumbuk Lasuang – alat tradisional untuk mengupas kulit kopi – beliau bercerita tentang banyak hal, kemudian mengajak kami melihat kebunnya.