Ketika Pepeng mengajak saya melakukan perjalanan ke Sumatra Barat, saya mengiyakan dengan cepat. Setengah darah Minang di tubuh saya sangat rindu untuk pulang kampung. Meski kota yang akan kami kunjungi jauh dari tanah kelahiran ayah saya, tapi saya anggap ini adalah anjangsana ke rumah famili. Perasaan ini pun hadir ketika saya dibawa Pepeng mendatangi rumah Pak Suardi.

(more…)