Saya mengenal sosok Pak Nazril hanya melalui foto dan cerita yang bergulir dari mulut Pepeng. Tak pernah mengira bertemu dengannya langsung akan membuat hati ini dirundung banyak perasaan, bahagia dan sedih datang silih berganti.

Processed with VSCOcam with hb1 preset

Rumahnya berada di atas dataran tinggi di kaki gunung Marapi. Wajahnya berseri ketika kami datang di siang itu. Ia mengingat Pepeng dengan baik, lelaki dari tanah Jawa yang ia temui satu tahun lalu. Sedangkan ini adalah pertemuan pertama kami. Sambil ngobrol,  tangannya sibuk menumbuk Lasuang – alat tradisional untuk mengupas kulit kopi – beliau bercerita tentang banyak hal, kemudian mengajak kami melihat kebunnya.

(more…)