Kopi Senggani

Kopi Senggani

Pada umumnya desa-desa di jawa, menanam kentang, jagung, cabe dan sayur lainnya. Mereka masih belum yakin nanam kopi bisa dihandalkan hasilnya. Ada Bu Murti, salah satu pelopor nanam kopi di desa itu. Tak jauh dr Desa Ratamba. Dengan ketinggian 1300-1400 ada bbrp warga yg nanam robusta. Tumbuh kembangnya lambat, dan akhirnya malas meneruskan nanam kopi. padahal diketinggian tersebut, sudah bagus buat nanam arabica.

Lewat “Indonesia Power”, bibit di sebarkan di bbrp desa, Mulai ratamba, pegundungan hingga area dieng. Tujuannya satu, konservasi. Banyak warga yg hanya nanam tanaman sayur tanpa melihat bahwa harus ada tanaman besar atau pelindung, efeknya kemana-mana jika hujan deras. Longsor atau jalan rusak karena air mengalir deras kemana-mana.

Bu Murti dan suami sengaja menanam Pohon kopi di kebunnya yg isinya jagung, cabe dan sawi. 2013 mereka mulai menanam dan sudah panen perdana minggu lalu. Untuk kebun yg bagian bawah saja ada 130 pohon dan sisi atas ada kurang lebih 700 pohon. Mereka mempekerjakan 3 orang warga sekitar untuk panen, huller hingga jadi green beans.

Dengan geram bu Murti berkata “ saya pengen nunjukin ke warga, yg saya tanam ini pasti ada hasilnya…kopi bisa menghasilkan lebih dr biasanya..”.. nb : Dari sekian warga, Bu Murti adalah salah satu yg nanam saat 2013 awal, selepas itu sekarang ada 22 warga yg ikut nanam dan ngolah kopi.
Klinik Kopi