Klinik kopi

Semi washed wethull

semi washed wethull

semi washed wethull

Awalnya kami sempet heran kenapa sumatra utara , khususnya kecamatan yg kami kunjungi semua memproses wet hull ( giling basah ) ? Sodara kami menjawab, ” biar dapat uang cepet katanya ” .
Jawaban itu terurai setelah kami datang dan lihat langsung gimana pola memproses kopi disana.
Rata2 petani punya mesin pulper ( pengupas kulit kopi) begini. Ada yg manual dan ada bbrp petani yg mendesain dengan tambahan pompa air buat pemutar roda pulper. Mesin manual berbahan kayu ini banyak di jual di pasar2 tradisional di sumatra utara , khususnya humbang hasundutan.

Petani mengubah red cherry jadi gabah basah. Lalu di jual ke pengepul atau tengkulak yg tersebar di pasar-pasar. Kopi yg habis dikupas lalu di fermentasi 12-15 jam, lalu kopi dikeringkan sebentar dan di jual. Cepet sekali petani dapat uang dr kopi. Praktis tak lebih dr dua hari setelah petik, jadi uang.
Praktek ini udah sejak jaman dulu, sejak nenek mereka memulai memproses kopi.
Gabah2 basah tadi diterima pengepul lalu di proses. Ada yg harus resting dl, ada yg langsung masuk mesin huller ( pengupas gabah kopi) .
Huller ukurannya besar ( foto yg kedua warna biru) adalah alat pengupas gabah basah menjadi green beans. Setelah itu green beans dikeringkan dalam dome. Semakin besar dome, semakin banyak nampung green beans. Mesin huller ini buatan indonesia. ” kami beli di lampung mas” kata salah satu pemproses kopi.
Huller ini bisa bekerja menghasilkan green beans banyak banget, satu menit bisa mengupas -/+ 90kg gabah basah.
Itu mungkin sedikit ttg kenapa wet hull prosesnya.

Klinik Kopi

Leave a Reply