Semua orang punya standar masing-masing, setiap orang punya mimpi masing-masing. Maka, ga bakal ketemu jika impian seseorang diterapkan ke orang lain.  Dengan segala sudut pandang pasti beda.
Yang sering kami temui adalah hal2 receh yg membuat kami tumbuh seperti sekarang. Kami rasa semua yg di bisnis kopi tahu posisi itu.

Kami menggunakan mesin roasting mulai 2014 dengan kapasitas 1kg. Selalu di hujani pertanyaan kapan upgrade ke lebih besar, harusnya  udah ganti mesin. Ya sebetulnya 2017 kami sudah berencana ganti, tapi keuangan masih belum cukup, dengan tidak mau ada beban hutang, maka kami menabung dan menggunakan alat yg ada.  2018 kami ganti mesin kapasitas 3kg, produksi naik, jumlah pembelian green beans juga naik. Lalu masih ada pertanyaan, kapan upgrade ke 7kg. ebusett…ga habis-habis ternyata pertanyaan  itu.

Banyak juga yg dm bertanya ” harusnya klinikkopi sudah punya kebun kopi sendiri hingga bisa explore prosesing kopinya ” . Wah, tambah puyeng lagi. Ga kebayang kalo bener2 punya, gimana membaginya. Dengan warung rumahan sekarang saja sudah kepontang panting, mulai jadwal roasting, balas DM, ngurusin tokopedia .  Kalo nuruti permintaan orang, ga bakal selesai urusan kopinya. Lama2 jadi pengepul green beans jadinya.  Kami sadar kapasitas, kami tahu batas, banyak hal yg harus dipikirin jika harus punya kebun kopi sendiri.

Ketika membuat model bisnis, sebisa mungkin bisnis bisa di kloning, sebisa mungkin bisnis simpel, bisa dibikin cabang dimana-mana dan mesin uang akan jalan. Ya tidak ada yg salah dengan pola pikir begitu, tapi kami memilih yg kecil, memilih hal receh saja.
Rumahan, buka jam9 pagi last order jam4 sore, jam8 udah tidur dan paginya roasting lagi…begitu terus hingga tua.

Banyak orang yg tanya, kapan upgrade mesin lebih gede ? kapan klinikkopi akan punya kebun kopi sendiri ? kapan akan buka cabang ?
Seolah semuanya berasa kompetisi, seolah perlombaan.
Semua hanya soal nominal yg sebetulnya bisa diukur, terlihat…tapi jarang yg bertanya ” Apakah kamu bahagia dengan begini ?  ” pernah di posisi begitu ?
Maka jawab saja dengan ” Kami sudah cukup bahagia dengan begini “