aadc2

Proses pengambilan gambar

Kami masih ingat, 5 agustus 2015 Mas Riri datang ke klinik kopi, beliau ngopi sore bersama teman-teman beliau. Selayaknya pasien pada umumnya, kami menjelaskan soal apa yg kami kerjakan, kami jelaskan dari mana kopi kami bermula. Beliau datang  dan menikmati suasana klinik mulai sore hingga malam.  Tak ada rencana apa-apa terkait pilm dan sebaginya. Kami hanya ngobrol sebatas kopi. Itu saja.

Selang 2 hari Mas Riri Dan Mbak Mira serta kawan-kawan beliau datang malam-malam, menikmati suasana klinik dan berbicara banyak soal kopi yg mereka pernah icip. Mulai soal blue bottle, dan Mas riri dengan semangat bercerita soal warung kopi di manhattan yg jual khusus latte art. Seru sekali….
aadc2

aadc2

Lalu Bulan september tanggal 6 kami ketemu lagi dengan mbak Mira, intinya kami diajak untuk terlibat dalam film produksinya. Sempet kaget dan takut, kaget kenapa ? lha kok klinik kopi ? takut kenapa ? takut nanti tempat kami rame, jadi ga bisa kontrol pengunjung yg datang. Tapi lepas itu semua, kami meng-iyakan tawaran beliau. Dan kami sepakat.
Segimana kami terlibat ? kami hanya bisa bikin kopi saja, tak lebih dari itu. Kami melakukan apa yg kami lakukan sehari-hari, brewing dan brewing. Kami diberi kebebasan untuk melakukan apa yg biasa kami lakukan. Kami menikmati fase itu. Sangat menikmati.
Apakah Rangga dan cinta Ngopi ? agak “offside” kalo kami menceritakan itu, sebenarnya jawabannya udah ada..tinggal kalian tonton di bioskop tanggal 28 bulan ini. Jawaban apakah rangga dan cinta ngopi ? apakah mereka balikan atau mereka minta espresso ? terjawab ketika kalian masuk bisokop dan menikmati film ini hingga kelar.
terimakasih buat tim miles film, Mas Riri ,Mbak Mira , Mbak Mandy, Mas Yadi dkk….kami kangen suara “YAK..ROLLING…ACTION..”…