DSCF0930
Pertama kali kami dapat sms dari Bu Rina, salah satu penggerak di Indonesia Power Banjarnegara. Beliau pertama kali ke Jogja membawa green beans dr desa Ratamba Banjarnegara. Lalu kami ngobrol pagi itu, soal prosesing dan soal kondisi desa Ratamba dan Kopinya. Selang beberapa minggu kami sepakat untuk datang ke Banjarnegara,selepas kami pulang dari Salihara jakarta.
Selasa sore tanggal 6 Oktober kami berlima beerangkat dr jogja menuju ke Banjarnegara. Lewat belakang Candi borobudur hingga tembus ke Pasar Kretek, lalu dengan jalur alternatif kami menuju ke Banjarnegara.

Pukul 7 malam kami sampai Banjarnegara, dijamu Bu Rina makan malam lalu kami bermalam di Mess Indonesia Power. Paginya, kami menuju ke desa Ratamba menyusur kota Banjarnegara hingga tembus Karangkobar lalu sampai ke Desa Ratambar. Warga udah banyak kumpul dilapangan untuk dimulai Sekolah Lapangan yg dipelopori Oleh Indonesia Power. Kami memperkenalkan diri, kami warung kopi kecil yg memproses kopinya sendiri.
Proses Sortasi Biji Kopi Arabica dari Ratamba banjarnegara

Proses Sortasi Biji Kopi Arabica dari Ratamba banjarnegara

 

Moment saat petani mencicip kopi yg asli dan membedakan kopi instan yg biasa mereka konsumsi.

Moment saat petani mencicip kopi yg asli dan membedakan kopi instan yg biasa mereka konsumsi.

Ada Pak Sigit dari Genaral Manager Indonesia Power, Pak wiwit dari Dinas perkebunan Dan kehutanan, Pak Nurhidayat Kepala Desa Ratamba.
Kami sharing soal pemprosesan biji kopi, warga biasanya hanya membuat semi washed, kami memperkenalkan Honey Proses dan Natural proses. Tak lupa, kami juga brewing kopi didepan hadirin yg datang. Kami brewing Kopi Arabica Ratamba. Inilah salah satu espressi warga yg mencicipi kopi arabica Ratamba dengan profile Light Roasted
(bersambung).